Bad Guy/C2 Hidup Baru
+ Add to Library
Bad Guy/C2 Hidup Baru
+ Add to Library

C2 Hidup Baru

Ini sudah dua tahun, sejak Mita memutuskan untuk kabur dari dunia menyedihkannya. Ia menghilang, tanpa mengucapkan sepatah kata, hingga ke lima sahabatnya mengkawatirkan kondisi gadis itu.

Sebagai sahabat, sudah sepantasnya mereka berlima ada di sisi Mita, saat gadis itu sedang mengalami masalah berat seperti ini. Namun, setelah terdengarnya berita itu, mereka tidak bisa menemukan Mita di manapun. Dan ini sudah dua tahun sejak kejadian itu. Namun, Mita juga masih belum memberikan kabar apapun.

^^^

Ruangan kamar yang berantakan, tidak membuat gadis itu mengalihkan tatapannya dari ponsel lamanya. Matanya menatap terpaku ke layar utama ponse lamanya, yang kini menampilkan menu utama. Ini sudah dua tahun, dan ia tadinya tidak yakin, bahwa ponsel lamanya akan bisa tetap hidup seperti ini.

Namun beberapa notifikasi yang membanjiri ponselnya menyentak gadis itu, hingga ia reflek melempar ponselnya ke atas tempat tidur. Ia terlalu terkejut, karena mendapati serangan notifikasi yang banyak.

Perempuan yang memiliki selisih umur lima belas tahun dengan Mita, yang kini terlihat memandangi Mita sambil bersandar di pintu kamar gadis itu, tertawa geli, melihat keterkejutan Mita, yang tidak di tutupi sama sekali. Ini kemajuan yang sangat singkat, namun ia menyukainya.

Mita jauh lebih sehat, lebih ceria, dan lebih manusiawi saat ini, di bandingkan dua tahun yang lalu. Ia hanya berharap, gadis yang berada di depannya ini, yang merupakan adik iparnya itu bisa tetap bahagia seperti ini.

"Are you happy now?" itu adalah pertanyaan yang tidak bosan ia tanyakan pada Mita.

Dan adik iparnya itu akan menjawabnya dengan tersenyum sambil mengangguk.

"Kamu yakin mau kembali?" itu adalah pertanyaannya yang kesekian kali hari ini. Ia terlalu terkejut, Mita, adik iparnya itu tiba-tiba mengatakan akan kembali ke kota kelahirannya dan memulai hidupnya kembali.

Mita mengangguk semangat.

Sejujurnya, ia ingin menolak keras permintaan adik iparnya itu. Kejiwaan Mita baru saja pulih, dan ia takut, akan terjadi sesuatu lagi, hingga membuat Mita kembali terpuruk. Taruhan kali ini sungguh besar. Ibarat kalimat, gelas pecah yang sudah di perbaiki dengan cara menyusunnya kembali, yang tidak akan benar-benar kembali seperti semula. Dan bila gelas itu kembali di jatuhkan, orang akan bekerja keras dua kali lipat, untuk kembali menyatuhkan gelas itu. Dan itu yang di takuti olehnya. Ia takut, Mita kembali down dan memilih mengakhiri hidupnya, karena merasa pengobatan yang ia lakukan selama ini terasa percuma.

"Jangan kawatir mbak! Aku akan baik-baik saja" janji Mita. Gadis remaja itu bangkit berdiri dari duduknya. Ia berjalan mendekat kearah kakak iparnya, lalu memeluk wanita itu dengan erat.

^^^

Setelah kepergian Arumi, kakak iparnya, Mita kembali memandang ponselnya. Ia berniat menghubungi salah satu beruangnya, untuk menjemputnya besok pagi dari bandara.

Setelah berpikir sebentar, Mita memutuskan untuk menghubungi Low, salah satu beruangnya.

Hanya hitungan beberapa detik, panggilan Mita di jawab oleh orang di seberang, dan dari tempatnya, Mita bisa mendengar suara riuh yang bersorak bahagia memanggil namanya.

"Mitt, my panda!!!! Lo di mana bajingan" suara Al.

"Panda, are you okey?" suara Low.

"Panda, gue kangen!!! Bilang lo dimana?" kali ini adalah suara Hamzah.

"Panda? Ini beneran lo kan?" Mita tersenyum mendengar suara Gilang, beruangnya yang paling garang.

"Mit, lo dimana? Kita jemput sekarang" ini adalah suara Mark.

Mita masih memilih diam, tidak menjawab pertanyaan teman-temannya. Ia begitu menikmati rasa kawatir para beruangnya, dan dari sini Mita bisa meyakinkan diri, bahwa ke lima beruangnya benar-benar menyayanginnya.

"Im okey" Mita berbisik sambil terseduh. Tangan mungilnya terangkat, untuk mengusap air mata terharunya.

"Lo dimana? Kita kangen" suara Low bertanya.

Dari tempatnya, Mita bisa mendengar Gilang sedang memerintahkan teman-temannya untuk diam dulu. Mita bisa membayangkan seperti apa cara Gilang memerintahkan teman-temannya itu.

"Gue di tempat yang paling gue inginin sejak dulu" jawab Mita ambigu, padahal maksud dari perkataan gadis itu, ia sedang berada di rumah, rumah yang benar-benar rumah dengan adanya sebuah keluarga.

Namun ternyata ucapan gadis itu membuat ke lima temannya terdiam, dan kepala-kepala mereka yang sudah memikirkan sesuatu yang buruk.

"Mitt!!!" Suara desahan sedih terdengar dari seberang.

"Gue bakal balik besok. Gue cuma mau minta tolong dari salah satu kalian buat jemput di bandara" ucap Mita menyampaikan maksudnya.

"Lo nelp Low, karna mau minta tolong ke dia? Tega bener lo Mit. Gue juga mau jemput lo" sahut Hamzah.

Pasalnya, di tempat mereka, Low sedang menepuk dadanya dengan bangga, memperlihatkan bahwa sepertinya Mita lebih menyanginya dari pada mereka semua.

Namun tawa Mita lansung membuat mereka terkesiap terkejut. Kenangan terakhir mereka bersama gadis itu, tidak ada tawa. Mita cederung lebih sering sedih, melamun dan putus asa.

"Lo kayaknya udah bahagia sekarang" simpul Mark pelan.

"Yap, maka dari itu gue harus kembali. So, adakah dari kalian yang berkenan jemput gue besok?" Jawab Mita riang, dan di hadiahi oleh sorakan heboh oleh beruang-beruangnya.

^^^

Hidup baru dengan keadaan fisik yang baru. Namun Mita menyadari bahwa masalah pada masa lalu akan tetap menghantui langkahnya kedepan.

Mita hanya perlu menyiapkan mental dan fisik yang jauh lebih kuat di bandingkan dulu, agar pengobatannya selama ini sukses, dan saudara saudarinya bisa kembali mempercayai dirinya.

Mita baru saja berjalan menuju gate penjemputan. Ia sudah mengatakan pada teman-temannya untuk menjemputnya pada pukul dua siang, dan saat ini jam masih menunjukkan pukul dua siang kurang.

Mita sudah berniat untuk mampir dulu beli minuman, namun lima orang dengan kostum beruangnya, menarik perhatian Mita.

"Cepatannn, jangan sampai kita kedeluan sama dia" samar-samar Mita mendengar suara itu, yang seperti tidak asing.

Mita berjalan mendekat ke arah lima orang itu dengan langkah yang tenang, namun keterkejutan dari orang-orang yang memakai costum beruang itu membuat Mita ikutan terkejut.

Mereka berenam hanya saling pandang beberapa menit, sebalum Mita menyapa mereka dengan senyuman.

"Hai!!" Sapanya canggung.

"Lo siapa?" Tanya Mark tajam.

Gadis itu tampak bingung. Ia kembali memperhatikan ke lima orang itu, dan memastikan apakah mereka adalah orang yang ia ingat. Namun, daya ingat Mita sama sekali tidak menunjukkan sesuatu ya salah. Dan orang yang di depannya adalah Mark, salah satu beruangnya.

"Minggir!!! Gue mau lewat" perintahnya tajam.

Mita bahkan sampai meminggirkan badannya, dan mempersilahkan ke lima orang itu untuk lewat, karena terlalu terkejut.

Gadis itu merasa kecewa karna ternyata ia sudah di lupakan. Tidak ingin membuang-buang waktu dengan kekecewaan, Mita melanjutkan perjalannanya untuk membeli minuman.

Setelah memesan minumannya, Mita mendudukan tubuhnya di sudut ruangan. Matanya menatap ke arah pantulan dirinya dari kaca.

Rambut pendeknya kini sudah berubah menjadi panjang, bahkan rambutnya kini di warnain dengan beberapa warna. Belum lagi Mita kehilangan bobot tubuhnya sepulu kilo karena pengobatannya yang begitu berat. Jika orang yang baru mengenal Mita, dan melihat perubahan pada gadis itu pasti orang itu tidak akan mengenalnya. Namun, ke lima beruangnya itu adalah sahabat kecil Mita. Mereka sudah berteman dua belas tahun, dan Mita sama sekali tidak memikirkan bahwa ternyata orang yang sudah mengenalnya selama dua belas tahun tetap tidak akan mengenali perubahannya.

Mendesah, Mita melirik ke arah ke lima temannya, yang terlihat sedang memperhatikan orang-orang yang keluar.

Gadis itu berdecak, karna merasa kesal.

Sebuah panggilan vidio call menarik perhatian Mita. Panggilan dari Low.

Salah satu alis gadis itu terangkat, untuk memikirkan apakah harus tetap mengangkat panggilan itu atau tidak.

Namun, perasaan rindunya menang saat ini di bandingkan rasa kesalnya. Ia hanya ingin secepat mungkin bertemu dengan ke lima beruangnya.

Mita mengangkat panggilan itu, namun menutup cameranya sebentar.

"Mit, kok gelap?" Itu adalah pertanyaan konyol yang di lontarkan Mark. Mark bahkan terlihat sedang menatap kegelapan itu dengan serius.

"Kalian jahat" jawab Mita menahan senyum.

"Ha? Gimana gimana? Lo dimana sekarang? Kita udah di depan nih" tanya Mark.

Melepaskan penutup cameranya, Mita memperlihatkan dirinya. "Kalian tega enggak ngenalin gue" ucap Mita sesedih mungkin.

Namun ternyata perubahan pada dirinya memberikan efek keterkejutan yang tidak bisa di tutup-tutupin oleh Mark.

"Mit, ini lo?" Tanyanya yang masih belum sadar dari keterkejutannya.

Mita tersenyum, lalu bibirnya bergumam manja. "Jemputtt!!!"

Tbc

Report
Share
Comments
|
Setting
Background
Font
18
Nunito
Merriweather
Libre Baskerville
Gentium Book Basic
Roboto
Rubik
Nunito
Page with
1000
Line-Height