C6 Prioritas
Janji mempublikasi hubungan mereka saat istirahat gagal total, lantaran kelas gadis itu yang tiba-tiba mendapat jam tambahan, sehingga membuat mereka tidak bisa keluar dari kelas.
Mita tidak berharap banyak sebenarnya. Apa yang sedang ia lakukan saat ini tidak pernah ia rencanakan. Ia membiarkan semuanya berjalan pada umumnya. Dan mengenai mempublikasi hubungan, Mita juga tidak berharap banyak.
Ia hanya cukup tenang, karena di hari pertama ia bersekolah di sini, masih belum ada yang menyadari dirinya siapa.
Setelah bel pulang berbunyi dua puluh menit yang lalu, barulah Mita memutuskan untuk keluar dari kelas. Sekolah sudah tampak kosong, lantaran bel telah berbunyi sedari tadi.
Kaki gadis itu melangkah dengan santai menuju gerbang. Saat ini, ia mungkin harus membiasakan diri berpergian kemana saja menggunakan angkutan umum. Karena sudah tidak ada hal yang mewajibkannya untuk memiliki kendaraan. Ia tidak perlu berepot-repot seperti dulu, karna ingin mencari tahu keberadaan mamanya.
Langkah kaki Mita terhenti saat pandangan matanya tertuju ke depan, ke arah gerombolan motor yang di atasnya di isi oleh pemiliknya.
Masalahnya, ada Nick di sana. Dan saat Mita sudah keluar dari gerbang sekolah, semua pandangan mata orang-orang yang berada di sana tertuju padanya.
Mita bahkan mendengar suara yang samar-samar dari tempatnya, dan itu seperti cibiran.
"Kali ini bertahan berapa lama kira-kira?"
"Kayaknya lo bisa pakai dia kalau dah jadi bekas si bos"
"Paling ujung-ujungnya, bos ngeutamakan ibu boss Bella lagi"
Untuk kalimat terakhir, Mita mengernyitkan keningnya. Dan mata gadis itu langsung tertuju kepada perempuan satu-satunya yang berada di gerombolan tersebut. Tampaknya, ibu boss yang bernama Bella itu adalah perempuan itu, yang saat ini sedang berdiri tepat di samping motor Nick.
Mita sepertinya harus mencari tahu apa hubungan kedua orang itu. Ia jelas tidak ingin menjadi seorang yang menyedihkan, jika ia berpacaran dengan Nick.
Mita bisa melihat wajah Nick yang terlihat sedang kesal. Entah karna apa itu. Tapi tampaknya ini berhubungan antara dia dan perempuan yang bernama Bella tersebut.
Nick turun dari atas motornya. Ia lalu berjalan menuju tempat Mita yang masih berdiri.
"Lo pulang bereng gue!" Ucapnya kesal.
Mita tertawa dalam hati. Ternyata, kekesalan Nick berasal dari dirinya.
Baiklah Fellas
Tampaknya, Mita harus menunjukkan perempuan seperti apa dia.
Dengan percaya diri, gadis itu ikut berjalan di belakang Nick. Wajahnya menyiratkan kesombongan, terlihat seperti menyombongkan bahwa saat ini dia adalah pacar dari seorang Nick.
"Nick, lo beneran pacaran sama dia? Kenapa enggak minta pendapat aku dulu" ucap Bella bersungut-sungut.
Pandangan kesal Nick tadi seketika berubah saat merespon gadis itu. "Maaf ya Bell, kali ini beda kok" jawab Nick lembut.
Masih dengan merungut, Bella kini memandang ke arahnya. Matanya menilai penampilan Mita dari bawah sampai atas, lalu bibirnya mencibir pelan.
"Jadi aku pulang sama siapa sekarang?" Tanya Bella masih kesal.
"Sama Gray ya!! Aku mau antar Mita pulang dulu" jawab Nick lembut.
"Biar aja dia yang sama Gray. Aku mau pulang bareng kamu Nick" sungut Bella manja, hingga membuat Nick mendesah berat, seakan mengantarkan Mita pulang adalah keputusan yang sangat berat.
"Enggak bisa Bell. Mita pacar aku, bukan pacar Gray" jelas Nick sabar.
"Tapi akukan temen kamu, bukan teman Gray" ucap Bella membalikan ucapan Nick.
Mita semakin tertawa dalam hati. Adegan di depannya benar-benar menjemukkan. Ia bahkan merasa seperti sedang menonton drama tv.
"Kalau lo enggak bisa antar gue, kesepakatan batal" ucap Mita tiba-tiba. Ia jengah? Tentu saja. Ia hanya ingin pulang secepat mungkin, dan memeluk semua beruangnya. Karna ia yakin, kelima beruangnya pasti sudah menunggu kepulangannya.
Menggeram tidak terima, Nick mengcengkram tangan milik Mita. "Lo pulang bareng gua!!" Tekannya, dan langsung naik ke atas motor tanpa mempedulikan Bella lagi.
Gadis itu jadi merasa curiga. Melihat kedekatan kedua orang itu, Nick tidak mungkin berlabuh secepat ini. Sama seperti dirinya dengan kelima beruangnya.
Mita naik ke atas motor Nick dengan mudah. Pengalaman pernah memiliki motor yang sama seperti Nick membuat Mita mudah mengaksesnya.
Setelah memastikan Mita duduk sempurna di belakangnya, Nick menghidupkan motornya dan langsung berlalu dari tempat itu tanpa menoleh lagi.
Dan Mita, tanpa di minta, gadis itu melingkarkan tangannya di sekeliling perut Nick. Ia akan memperlihatkan, bahwa gadis yang baru saja di tantang oleh Nick bukanlah gadis lugu yang polos.
Nick jelas tertegun, saat merasakan pelukan seseorang dari belakangnya. Ia tahu bahwa semua perempuan ingin menjadi pacar dirinya, tapi untuk perempuan yang satu ini, Nick sedikit meragukan karna reaksi gadis itu tidak sama dengan perempuan lainnya. Tapi siapa yang menyangka, Mita melakukan semuanya sendiri, dan terang-terangan memeluknya.
Nick menyeringai. Memang semua perempuan itu sama. Hanya Bella yang berbeda menurutnya.
Nick menghentikan motornya di tengah jalan.
Mita yang bingung, melepaskan pelukannya. Keningnya mengernyit, saat tahu mereka saat ini di pinggir jalan yang memang sering sepi lantaran bukan jalan utama.
"Kenapa berhenti?" Tanya Mita bingung.
"Turun lo!!!" Perintah Nick kejam.
Bukannya mengikuti perkataan Nick, Mita malah tersenyum. "Lo segitu enggak teganya ya ninggalin perempuan tadi?" Tanya Mita menantang.
"Iya, kenapa? Lo enggak suka kalau gue ngeprioritaskan dia?" Tanya Nick.
Mita menggeleng. Dengan anggun, ia turun dari atas motor Nick. Bibirnya menyunggingkan senyum manis, namun matanya menatap tajam laki-laki itu. "Kalau begitu, perjanjian batal. Karna salah satu syarat gue adalah lo ngeprioritaskan gue. Kalau begitu, silahkan pergi!" Ucap Mita tenang.
Melihat ketenangan Mita membuat keyakinan Nick goyah. Ia memandang ke sekelilingnya, dan jalan ini tampak sepi, karna di sepanjang jalan merupakan kebun pisang. Ia sangat yakin, Mita tidak akan bisa menemukan angkutan umum di sini. Dan kemungkinan, gadis itu tidak akan bisa pulang ke rumah secepat mungkin.
Tapi, lagi-lagi ego Nick menguasainya. Bella membutuhkannya. Sedangkan Mita, ia hanya gadis yang baru ia temui, dan bahkan belum genap sehari.
Dan tanpa mengucapkan sesuatu lagi, Nick membelokkan motornya, dan pergi dari sana untuk meninggalkan gadis itu.
Nick hanya sempat melirik ke arah spionnya, Mita yang masih berdiri di pinggir jalan sambil menatap ke arah sepatunya.
Dan itu membuat Nick kembali memikirkan perbuatannya. Ia tau ia salah meninggalkan Mita di sana. Tapi ia juga tidak bisa memilih, jika itu mengenai Bella. Sedari dulu, ia berusaha menjadi orang yang di butuhkan Bella. Sedangkan Mita, perempuan itu sama saja dengan perempuan lain yang tidak mengizinkannya untuk memprioritaskan Bella, teman kecil serta mantan pacarnya.
Tbc