C2 Chapter One
Happy Reading all
***
Seorang gadis berlari dengan tergesa-gesa memasuki gedung sebuah SMA ternama dan elit. Ini adalah hari pertamanya bersekolah di SMA tersebut dan ini adalah kali pertama ia mengenakan seragam putih abu dan bergelar anak SMA.
Ini adalah hari pertama MOS dan ia harus datang kesiangan, gadis itu berlari memasuki sekolah dan berjalan ke lapangan untuk upacara pembukaan MOS. Kini sudah pukul tujuh kurang lima menit dan lihatlah ia masih berkeliling di lapangan melihat-lihat dan mencari siswa-siswi yang berpakaian sama dengannya dan menggunakan atribut seperti dirinya tapi ia malah tak melihat satupun yang berada di sana.
Gadis yang tak lain adalah Aneska Binar Chandramaya itu memutuskan untuk bertanya pada orang yang mungkin saja ada yang ia kenal dari sekian banyak siswa-siswi di sana, hingga suara seseorang memanggilnya membuat gadis itu menoleh.
"Aneska," panggil sebuah suara yang langsung membuat Aneska mencari sumber suara, hingga pandangannya tertuju pada seorang laki-laki yang tengah berjalan dengan gerombolannya.
Saat melihat laki-laki yang tak lain adalah sahabat nya dengan segera Aneska menghampiri sahabatnya yang tengah berjalan dengan empat orang sahabat laki-laki tersebut.
"Aezar, untung banget ada lo. Upacara MOS di mana sih?" tanya Aneska pada Aezar saat sudah berada di hadapan laki-laki tersebut.
"Ayo gue anterin, kebo sih sampek kesiangan gini mampus aja lo kalo telat," ucap Aezar sambil menggeleng. Ia sudah begitu hafal dengan perangai sahabatnya yang satu itu yang memang susah untuk di bangunkan.
"Kalian duluan aja, gue nganter dia dulu," ucap Aezar lalu menarik Aneska untuk berjalan bersamanya.
Tanpa mereka ketahui sedari tadi sahabat Aezar ada yang terus menatap Aneska dengan tatapan yang sulit untuk diartikan hingga sebuah senyuman terbit di wajah laki-laki tersebut.
Aneska dan Aezar berjalan memasuki lobi dan setelah keluar dari lobi tersebut ternyata masih ada lapangan lagi yang kini sudah terisi dengan siswa-siswi yang berpakaian dan menggunakan atribut yang sama seperti dirinya.
Aneska begitu bersyukur dapat bertemu dengan Aezar di waktu yang pas karena saat ia sampai di sana upacara segera dimulai. Jika saja ia telat mungkin sekarang ia sudah harus terkena hukuman di hari pertamanya sekolah.
"Thank banget ya Zar," ucap Aneska dengan senyumannya Aezar membalasnya dengan anggukan lalu mengelus puncak kepala Anesak. Dan perlakuan Aezar tersebut mendapat tatapan iri dari kaum hawa yang menyukai Aezar.
Bisa kalian tebak laki-laki tampan dan kaya seperti Aezar pastilah menjadi most wanted di sekolah tersebut yang tak lain bernama Fassa High School. SMA ternama dan terelit, hanya anak dari orang-orang ternama saja yang mampu sekolah di sana jika ada anak dari kalangan biasa maka bisa ditebak itu adalah anak beasiswa.
"Cepat sana baris," usir Aezar pada Aneska yang lalu segera berjalan ke arah barisan dan ikut berbaris dengan yang lainnya.
Aneska baris di bagian belakang. Di FHS tak banyak yang ia kenal sahabatnya yang bersekolah di sini pun hanya hanya Aezar mengingat sahabat perempuannya berbeda sekolah dengan Aneska.
"Hai kenalin gue Sandra," ucap seorang gadis di samping Aneska sambil menjulurkan tangannya pada Aneska untuk berkenalan. Gadis tersebut tersenyum dengan begitu ramah pada Aneska.
"Hai, gue Aneska," ucap Aneska yang membalas uluran tangan gadis tersebut dan membalas senyuman gadis tersebut.
"Semoga kita bisa jadi teman baik ya," ucap Sandra yang Aneska balas dengan anggukan.
Selanjutnya mereka mulai mengikuti upacara dengan hening dan mengikuti serangkaian kegiatan MOS mulai upacara pembukaan dan serangkaian game.
***
Di tempat lain kini sekelompok laki-laki yang terdiri dari lima orang tengah berada di rooftop menikmati sebatang rokok dengan pemandangan adik kelas mereka yang tengah melakukan MOS. Mengingat ini masih hari pertama masuk sekolah jadi tak ada pelajaran yang harus mereka ikuti.
Mereka adalah siswa yang di sebut-sebut sebagai sang penguasa sekolah, lima laki-laki yang begitu ditakuti dan disegani oleh siswa-siswi lainnya. Mereka juga dipuja karena ketampanannya.
"Cewek tadi siapa Zar?" tanya salah satu sahabat Aezar yang tak lain bernama Barra, Aezar yang tengah bermain game di ponselnya segera melihat ke arah Barra, bahkan sahabatnya yang lain pun ikut melihat ke arah Barra karena tak biasanya laki-laki dingin itu tertarik pada wanita setelah kejadian satu tahun silam. Barra laki-laki yang bertanya pada Aezar hanya menatap sahabatnya datar tak mempedulikan apa yang akan dikatakan sahabatnya selanjutnya.
Ia tahu ini aneh bahkan dirinya sendiri pun berpikir begitu tapi ia sangat penasaran dengan gadis tadi. Gadis yang sukses menarik perhatiannya bahkan di hari pertama kali mereka bertemu beberapa hari lalu.
"Aneska?" tanya Aezar yang mendapatkan deheman dari Barra yang terlihat malu-malu menanyakan tentang gadis yang tak lain adalah Aneska.
"Sahabat gue dari orok," ucap Aezar yang selanjutnya hanya mendapatkan anggukan dari Barra.
"Tumbenan?" tanya laki-laki yang duduk di samping Barra sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara.
Laki-laki itu adalah sahabat Aezar juga yang tak lain adalah Felix cucu dari pemilik FHS, sekolah yang kini mereka jadikan untuk menimbah ilmu. Jadi dari sini saja bisa kalian tebak bukan, jika kumpulan laki-laki tersebut adalah anak dari orang-orang terpandang dan most wanted nya FHS. Felix adalah laki-laki yang begitu dingin tak jauh beda dari Barra, bahkan laki-laki itu jauh lebih dingin dari Barra dan sama dengan Barra laki-laki itu juga sangat anti terhadap perempuan.
"Pengen tau aja tuh cewek siapa?" ucap Barra lalu mengalihkan perhatiannya dengan bermain game di ponselnya menghiraukan sahabatnya yang kini sudah menatapnya curiga.
"Seorang Barra nanyain tentang cewek tuh sebuah ketidakmungkinan yang begitu mengejutkan sekarang terjadi," ucap sahabatnya yang lain yang bernama Dion. Laki-laki petakilan dan selalu bisa mencairkan suasana.
"Bacot anda Dion, gak jelas banget lo ngomong apa," ucap Sahabatnya yang lain yang bernama Cakra. Tak jauh beda dengan Dion, Cakra juga laki-laki yang asik dan suka bercanda.
"Tapi bener sih, kalo udah Barra sama Felix nanya cewek tuh kayak aneh banget," ucap Aezar membenarkan pasalnya dari yang ia amati dan tahu kedua sahabatnya itu sangat malas jika sudah berhubungan dengan seorang kaum hawa.
Jika Barra sudah pasti karena masa lalunya, untuk Felix mereka tak tahu apa yang menyebabkan laki-laki itu begitu menghindari wanita bahkan tak jarang bersikap kasar dengan seorang gadis yang berani mendekatinya. Mereka memang baru mengenal Felix saat memasuki FHS karena Felix yang ternyata dulu berasal dari New York.
"Gak tertarik," ucap Felix dengan begitu datar dan singkat.
"Gak heran sih gue, Mega yang cantik aja lo tolak mulu," ucap Dino sambil menggeleng.
Mega adalah kakak kelas mereka yang Falix tolak cintanya, bahkan laki-laki itu menolaknya dengan kata-kata yang begitu tajam. Mega bukannya tak cantik tapi bahkan gadis itu luar biasa cantik dan merupakan model juga primadona FHS bahkan banyak laki-laki dari sekolah lain yang mengincarnya dan Felix dengan begitu mudah menolaknya.
"Gue curiga si Felix gay," ucap Cakra sambil bergidik. Bukannya marah Felix hanya menatap datar pada sahabatnya itu.
"Kantin," ajak Felix pada Barra yang langsung dibalas dengan anggukan oleh laki-laki itu.
"Tungguin woy," teriak Cakra dan Dion saat melihat kedua sahabat mereka yang sudah berjalan lebih dulu.
"Gue jemput Aneska dulu," ucap Aezar karena ia memikirkan gadis itu pasti tak memiliki teman.
Aezar memang begitu mengenal Aneska bahkan sering menjadi teman curhat gadis itu di saat tak memiliki teman untuk bercerita.
***
Thank for Reading all