Nikah Dulu Baru Cinta/C4 Peran Sudah Diputuskan!
+ Add to Library
Nikah Dulu Baru Cinta/C4 Peran Sudah Diputuskan!
+ Add to Library

C4 Peran Sudah Diputuskan!

Joyce menarik napas dalam-dalam, dengan bantuan Kak Joman, urusannya sudah setengah berhasil.

"Faktanya, Madaline tidak hanya ingin aku menggantikannya untuk audisi kali ini, dia seharusnya berencana memonopoli sumber daya pertunjukan seni perusahaan dengan mengandalkan bantuan yang diberikan Ferdinan kepadanya. Tentu saja ini bukan yang pertama kalinya, jadi kita perlu menemukan bukti."

Tanpa menunggu Kak Joman di seberang sana berbicara, Joyce melanjutkan kata-katanya, "Apalagi dia mengandung anak Ferdinan."

Kak Joman menghina dengan kejam, "Mereka benar-benar pasangan sampah!"

Joyce sudah sepenuhnya menyadari bahwa dirinya tidak boleh menderita sendirian. Dia ingin membalas berlipat ganda, semua yang sudah mereka lakukan kepadanya.

Beberapa jam kemudian, Joyce dengan mengenakan riasan tipis, masker dan topi muncul tepat waktu di hotel tempat audisi yang sudah disepakati.

Begitu memasuki lobi, manajer Madaline, Hilda menghampirinya dan sengaja berteriak sambil berjalan, "Ah, Madaline, kenapa kamu sakit begitu parah? Ikut aku untuk bersiap-siap, jangan membuat Sutradara Wijaya menunggu!"

Joyce tidak menyangka kemampuan akting Madaline buruk, tetapi kemampuan akting manajernya malah bagus.

Kata-kata ini memang diteriakkan untuk didengar orang lain. Tujuannya adalah untuk memberi tahu semua orang bahwa wanita dengan masker dan topi yang dijemputnya di lantai bawah adalah Madaline.

Pertunjukan bagus lainnya masih akan menyusul, Joyce juga tidak terburu-buru untuk merusaknya.

Begitu pintu lift tertutup, Hilda melirik Joyce dengan tatapan masam dan menegurnya keras, "Lihat, jam berapa sekarang? Apa kamu masih menganggap dirimu seorang bintang? Malah datang mepet dengan waktunya."

Nada arogannya sama persis dengan Madaline, dan memperlakukan Joyce layaknya budak yang bisa disuruh-suruh.

Jika dia tidak dibutakan oleh perasaan palsu Ferdinan, jika dia tidak mundur ke belakang layar dan tetap aktif di depan layar, karakter kecil seperti Hilda bahkan tidak akan berani mengangkat kepala saat bertemu dengannya, bagaimana dia berani berteriak pada dirinya seperti sekarang ini?

Joyce menurunkan matanya, ternyata dia hanya dianggap sebagai lelucon di mata mereka.

Joyce menekan kejengkelan dan keinginan untuk menertawakan diri sendiri ke dalam lubuk hatinya, dan tatapan matanya kembali tenang.

Dia sedikit menundukkan kepalanya dan melepas maskernya, terbatuk dua kali kemudian menjelaskan, "Banyak kru film yang pernah bertemu dengan Madaline. Aku tidak ingin dikenali begitu masuk, jadi aku menyiapkan diri dengan baik."

Saat Joyce mengatakannya, Hilda baru menyadari bahwa riasan Joyce hari ini memang sangat mirip dengan riasan Madaline biasanya. Warna alas bedaknya sangat putih dan lipatan kedua kelopak matanya juga sangat dalam. Pertama melihat Joyce mengenakan master tadi, orang yang tidak akrab dengannya benar-benar akan mengiranya sebagai Madaline.

"Tuan Muda Wibowo sudah mengatur semuanya. Kamu nanti hanya perlu berpura-pura pingsan di depan Sutradara Wijaya."

Mereka berpikir sudah bisa mendapatkan peran dengan cara ini?

"Sesederhana itu?" Joyce menatapnya dengan kaget, "Sejak kapan peran dari Sutradara Wijaya menjadi begitu mudah untuk didapatkan?"

"Menurutmu sekarang sudah jaman apa! Cepat jalan!" Hilda tampak yakin bisa mendapatkannya, seolah-olah dia sudah mengetahui hasilnya sejak awal.

Joyce tiba-tiba mengerutkan kening, mungkinkah sudah diputuskan dari 'dalam'?

Meskipun Madaline menginginkan peran wanita ketiga, tetapi sebenarnya keseluruhan drama berkisar pada kehidupan tragis pemeran wanita ketiga, yaitu Jane. Dalam drama tersebut, Jane dipaksa menikah dengan pria yang tidak dicintainya dan menjadi gila. Meskipun peran semacam ini tidak dibayar tinggi, tetapi jika berakting dengan baik, pasti akan menjadi terkenal di dunia akting.

Ferdinan benar-benar menimbang Madaline dengan hati-hati!

"Madaline, ini tempat dudukmu. Kamu tidak enak badan, duduk dan istirahatlah sebentar." Hilda berteriak sekeras-kerasnya.

Joyce menurunkan pinggiran topinya, berjalan cepat dan mengiyakan.

Pada saat yang sama, Joseph mendapat kabar bahwa Joyce menyamar untuk membantu Madaline mengikuti audisi demi sebuah peran. Alisnya yang tampan terangkat. Semuanya tampak lebih menarik dari yang dia duga.

"Cepat siapkan mobil."

Bukan pertunjukan besar, tetapi tiba-tiba saja dia ingin melihat akting Joyce.

Report
Share
Comments
|
Setting
Background
Font
18
Nunito
Merriweather
Libre Baskerville
Gentium Book Basic
Roboto
Rubik
Nunito
Page with
1000
Line-Height