C41 Lampu Di Paviliun
Bab 41 – Lampu Di Paviliun
Airin bergegas masuk ke dalam paviliun dan mengunci pintunya. Dia berdiri di hadapan daun pintu itu untuk beberapa saat, lalu berbalik dan bersandar di sana. Matanya terpejam, air menetes-netes dari tubuh dan pakaiannya yang basah.
“Tenang. Tenang. Jangan dipikirkan!” gumam Airin pada dirinya sendiri.
Saat dirasanya mantra itu tidak berhasil. Airin mulai gelisah
