Istri Penguasa Tak Terlihat/C6 Jebakan Wanita Tua
+ Add to Library
Istri Penguasa Tak Terlihat/C6 Jebakan Wanita Tua
+ Add to Library

C6 Jebakan Wanita Tua

"HENTIKAN!"

Suara lantang seorang pria keluar dari dalam kamar VVIP tersebut sambil memakai pakaian rumah sakit dan berjalan tertatih-tatih.

"Tuan Muda!" Para bodyguard Klan Ou Gang langsung merapat dan memapah pria itu, Jackson Liu.

"Ka-kalian jangan buat keributan. Do-Donna, Tante, tolong … ayah belum siuman. Tolong jangan tambah kekacauan di sini." Ucap Jackson menahan sakit di bagian wajah dan tubuhnya.

"Anda baik-baik saja, Tuan Jackson?"

Jackson meminta bodyguard-nya untuk membalikkan badannya melihat pemilik suara itu dan ternyata …

"A-Anda? B-bukankah Anda …," Jackson seketika menelan salivanya ketika bertemu dengan Evelyn, wanita yang telah ia nodai kesuciannya kala menolong dirinya dan sang ayah.

Evelyn kemudian mendekatinya tapi Jackson berusaha menghindar darinya.

"Hmmmph, hei, wanita gembel! Tuan Jackson saja tahu mana wanita berkelas dan mana yang tidak. Jadi, cepat pergi dari sini!" perintah Donna ketus.

"Nona, saya tak memiliki urusan dengan Anda, tapi kenapa Anda sangat mengganggu sekali, huh?" kesal Evelyn.

"Kau!"

"Hei, sudah … sudah. Sayang, tak usah pedulikan wanita itu. Apa kau tak lihat Tuan Jackson sedang kesakitan? Temani dia, ya. Biar Mama yang urus wanita ini!" Senyum sang Mama seraya memberikan kode kedipan mata pada sang putri.

"Aku mengerti, Ma." Donna kemudian menghampiri Jackson beserta pengawalnya dan membantunya kembali lagi ke dalam.

"Siapa namamu?" Tanya Jackson menatap Evelyn.

"Namaku Evelyn, Tuan Jackson."

"Akan selalu kuingat nama itu, terima kasih telah menolongku dan ayahku." Ucap Jackson hendak masuk ke kamarnya.

"Eh, Tuan Jackson tunggu sebentar," ucap Evelyn.

"Wanita ini! Hey, kalian apa tak bisa usir wanita itu, hah! Cepat, usir dia!" perintah Donna lantang.

"Tidak! Biarkan Nona ini bicara. Bicaralah, Nona Evelyn," sahut Jackson.

"Cih! Dasar penjilat!" Ucap Donna melihat dengan ketus Evelyn.

"B-bagaimana keadaan Tuan Ou Gang? Apa beliau baik-baik saja?"

"Ayahku belum sadar, akan kusampaikan salam Anda jika beliau sudah sadar." Senyum Jackson.

"Tuan Jackson, ayo segera istirahatkan tubuh Anda." Desak Donna terus memapah Jackson hingga ke tempat tidurnya. Sementara Evelyn masih berdiri di depan kamar VVIP tersebut.

Margarita dengan kasar menarik tangan Evelyn dan mendorong tubuhnya hingga ia terjatuh dengan keras.

"Ouch! Apa yang Anda lakukan, Nyonya? Kenapa Anda mendorong saya?" tanya Evelyn sambil menahan sakit di pinggulnya.

"Siapa suruh kamu jadi benalu di sini, hah! Cepat pergi dari sini sebelum aku bertindak lebih dari ini!" Tatapan melotot Margarita tak membuat Evelyn gentar, sebaliknya dia bangun dan berbalik mengancam Margarita.

"Nyonya Cheng, apa Anda tidak tahu saya? Apa pekerjaan saya? Apa yang bisa saya lakukan di hidup Anda dan putri Anda, huh?"

"Kamu mengancamku?" tanya ketus Margarita.

"Bukan saya yang memulai semua ini! Tapi Anda dan putri Anda." Evelyn kemudian mendekati Margarita dan berbisik di telinganya, "M-mau apa kau? Hei, kalian! Usir wanita ini, cepat!" perintahnya.

"Jika aku jadi kalian, aku tak akan melakukannya, kenapa? Karena reputasi Klan Ou Gang ada di tangan kalian, para pengawal setia Ou Gang Grup." Seringai Evelyn.

Akhirnya, para pengawal Klan Ou Gang pun mengurungkan niatnya dan memilih menutup mata dan telinga mereka.

"Hmm, bagaimana sekarang Nyonya Cheng? Apa masih ada yang ingin Anda lakukan pada saya? Lakukan saja, tapi aku, Evelyn Rhodam tak akan pernah tinggal diam atas segala bentuk tindakan semena-mena dan brutal!" lantangnya.

Margarita langsung diam. Mata Margarita yak sengaja melihat sebuah CCTV berada paling pojok atas ruangan VVIP itu dan tiba-tiba dengan akting bak pemain film, dia mulai menjatuhkan dirinya ke lantai dengan keras dan berteriak seperti orang kesurupan.

"Ouch, tolong … tolong … tolong," teriaknya.

"Hei, apa yang kau lakukan, wanita gila!?" kejut Evelyn.

"Ada apa, Nyonya Cheng?" Para pengawal Ou Gang segera menuju ke arah Margarita.

Donna, sang putri pun segera keluar begitu mendengar suara Margarita menjerit.

"Mama, ada apa?" Tanyanya terkejut dan mata Donna seketika terbelalak melihat sang mama tersungkur di lantai sementara Evelyn berada di bawah tubuh sang mama.

"KAU! WANITA GILA, SINTING, BRENGSEK! APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADA MAMAKU!" Donna teriak dengan kencang hingga menimbulkan kegaduhan di lantai itu.

Beberapa pengawal Ou Gang lantas menolong Margarita berdiri dan memapahnya menuju kursi tak jauh dari dia 'jatuh'.

"Ada apa ini ribut-ribut? Kalian tak tahu sedang ada di mana?" salah seorang suster menghampiri mereka dan marah.

"Bawa dia pergi, Suster! Dia telah mencelakai mama saya! Wanita abnormal ini sudah gila!" tunjuk Donna dengan wajah kesal.

"Saya tak melakukan apa pun! Jangan asal tuduh sembarangan, Nona!" Evelyn tak mau kalah.

"Sudah-sudah! Kalian semua ikut saya ke ruang keamanan!" perintah Suster itu berbalik badan, "kenapa masih di situ? Ikut saya!" ucapnya lagi.

"Heh, kamu tak tahu siapa aku, ya? Kenapa aku harus ikuti perintah seorang Suster. Kalian!" Donna melirik para pengawal Ou Gang.

"Kalian kenal kan keluargaku, bagaimana menurut kalian?" Tanyanya lagi seraya mengapit dua tangannya.

"Saya mengerti, Nona."

'Cih, orang kaya sialan! Brengsek! Bajingan!' umpat Evelyn.

"Oh, begitu. Baik, aku mengerti." Tiba-tiba Suster itu tersenyum setelah salah seorang pengawal Ou Gang bicara dengannya dan berbalik badan menghampiri Donna dan Margarita.

"Nona, Nyonya, maafkan atas kelancangan saya barusan. Saya tak tahu jika Anda adalah putri dari Tuan Cheng, taipan bankir sukses itu. Sekali lagi maafkan saya." Suster itu membungkukkan badannya dan Donna mengeluarkan beberapa lembar uang yang diberikan pada sang Suster.

"Lain kali, ingat namaku dan mamaku, Suster. Dan kuminta kau usir wanita sialan ini dari ruangan ini!" Perintah Donna sembari menyeringai.

"Baik, saya mengerti." Suster itu langsung menarik paksa dan kasar tangan Evelyn layaknya menarik sebuah barang.

"Ah!" pekik Evelyn.

Buk!

Tubuh Evelyn langsung tersungkur ke lantai dingin rumah sakit. Suster itu dengan menyeringai menatap Evelyn tajam sambil berkata, "Jika kau tak ingin diintrogasi, pergilah! Enyahlah dari tempat ini! Apa kau tak lihat lantai ini adalah ruangan khusus untuk pasien VVIP?"

Evelyn dengan kesal menatap sang Suster dan langsung berdiri tegak menatap sang Suster yang semakin angkuh itu.

"Anda akan menyesal jika saya membeberkan ke publik tentang rumah sakit ini, Suster …," Mata Evelyn melihat name tag Suster itu, "Maria. Anda pasti akan sangat menyesal."

"Heh, apa kau pikir aku akan takut dengan ancaman murahanmu, hah! Sekarang juga keluar dari rumah sakit ini! Ayo keluar!"

Lagi-lagi Maria menarik tangan Evelyn paksa, "Lepas! Lepaskan aku! Aku bukan binatang yang bisa kau tarik sesukamu!"

Evelyn terus berteriak sembari mencoba melepaskan kembali tangan Maria. Kesal akhirnya Maria langsung mengayunkan tangannya dan ... PLAK! Tamparan keras mengenai wajah mulus Evelyn ketika mereka tiba di depan pintu lift lantai ruangan VVIP. Sambil mendelikkan matanya, Maria berkata, "Jika mulutmu tak bisa diam, maka jangan salahkan aku jika kurobek mulutmu!"

Ting …

"Ayo, masuk!" Lagi, Maria berbuat kasar pada Evelyn. Wajahnya yang merah segera ditutupi oleh rambutnya yang lumayan tebal. Lantai demi lantai mereka lalui, lift yang biasanya ramai dengan pengunjung atau pun keluarga pasien tampak terlihat sepi. Beberapa menit kemudian Evelyn dan Maria tiba di lantai dasar. Maria dengan segala aktingnya berhasil mengelabui beberapa orang suster yang mereka temui hingga …

"Sekarang pergilah dan jangan kembali lagi!" ucap Maria di depan pintu keluar rumah sakit.

"Jangan kembali? Anda pikir rumah sakit ini milik Anda, huh? Aku akan mengingat semua perbuatan kalian, terutama perbuatanmu, Suster! Kau tunggu saja, aku pasti akan membalas semua yang telah kau lakukan padaku hari ini!" ucap Evelyn sambil menunjuk ke wajah Maria.

"Mengancamku? Aku tak takut! Sudah, jangan banyak omong! Cepat pergi!" Delik netra Maria seraya mendongakkan kepalanya angkuh.

Evelyn yang sebenarnya masih belum pulih betul tak punya pilihan lain selain meninggalkan tempat itu. Dengan menahan kesal, emosi, amarah, serta sakit yang masih dirasakannya akhirnya ia melangkah pergi dari rumah sakit itu.

'Akan kubalas kalian semua! Kita lihat apa yang akan kulakukan pada kalian semua!' geram Evelyn.

Report
Share
Comments
|
Setting
Background
Font
18
Nunito
Merriweather
Libre Baskerville
Gentium Book Basic
Roboto
Rubik
Nunito
Page with
1000
Line-Height