C10 Kepala Bagian Desain
"Jadi... yang selalu menolak semua proposalku selama ini adalah Kak Vera?" perasaan Ruby saling bertentangan, antara rasa amarah, malu, sedih dan jengkel yang bergejolak di hatinya.
Vera selalu mengatakan kata-kata yang keterlaluan.
"Kau ingin aku pergi tanpa melihat draf desainku?" tanya Ruby.
"Aku sudah menolaknya! Memangnya apa yang bisa kau lakukan? Tidak perlu melihatnya, aku yakin desainmu lebih pantas dimasukkan ke tempat sampah," kata Vera tanpa peduli.
Ruby menggigit bibirnya dengan erat mencoba menahan tanda kemarahan yang mulai muncul di wajahnya.
Alasan mengapa rancangan desain yang dia kirimkan selama beberapa tahun terakhir selalu hilang tenggelam seperti batu yang di lempar ke laut adalah karena Vera? Dia bahkan tidak melirik sedikit pun sebelum menolak?
Mengapa? Kerja kerasnya siang dan malam hanya dibuang begitu saja ke tempat sampah?
Semua draf sebelumnya hanya diinjak-injak olehnya karena penghinaan dan rasa tidak suka belaka?
"Kenapa? Masih tidak yakin?" Vera tersenyum mencibir."Kau mau meragukan kata-kata desainer profesional sepertiku? Aku adalah salah satu dari desainer perhiasan terbaik di Kota Tawang. Kau belum pernah menghasilkan apa pun! Kalau kukatakan kau itu sampah, maka kau adalah sampah!"
"Baiklah, sudah cukup. Kau bisa pergi sekarang. Ini kantor departemen manajemen. Kau tidak memenuhi syarat untuk memasuki tempat ini," kata Vera dengan santai seolah dia sangat puas dengan dirinya sendiri.
"Ruby, saya sarankan Anda bercermin dan membawa pergi suami Anda yang tidak berguna itu. Sudah cukup kalian mempermalukan dirimu sendiri di sini," kata Angga tidak sabar.
"Apa yang kalian perdebatkan?"
Tiba-tiba terdengar suara yang dalam dan berwibawa dari luar kerumunan.
Sesaat kemudian, seluruh kantor terdiam.
Hasta Satria berjalan keluar dari ruangannya dan perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Vera dan Angga.
Kepercayaan diri sesaat yang dirasakan Angga dan Vera segera tergantikan oleh rasa gugup yang luar biasa. Di hadapan Hasta yang dikirim langsung oleh Keluarga Laksana, mereka berdua tidak berani bertindak gegabah.
Keduanya telah melihat kekuatan Hasta dengan mata kepala mereka sendiri. Ayah mereka berhasil mengatasi rintangan ini dengan susah payah, namun tidak bagi paman mereka, Ivan. Hanya ingin memulihkan kekuatan saja sangat kesulitan.
"Ketua Satria… hanya masalah kecil. Ada beberapa orang yang tidak paham aturan perusahaan, saya hanya ingin mereka belajar," kataAngga.
"Oh?" Hasta menatap Angga dan bertanya, "Siapakah yang tidak paham aturan?"
Angga dengan cepat menjawab, "Dia pegawai kecil di departemen pemasaran, bernama Ruby Kusuma. Dia datang ke kantor petinggi perusahaan tanpa izin. Saya bermaksud mendisiplinkannya."
"Sayalah yang meminta Ruby Kusuma datang. Apa ada masalah?" kata Hasta.
"Anda sendiri menekankan bahwa ini adalah kantor. Sebagai pimpinan senior di sini, Anda pasti paham kesan apa yang terlihat bila membuat keributan di tempat seperti ini.”
Di bawah rentetan kata-kata Hasta, ekspresi Angga berubah masam.
Hasta lanjut berkata, "Saya tidak ingin ada orang yang membuat kebisingan yang tidak perlu di dalam kantor. Jika terjadi lagi di masa yang akan datang, saya tidak akan segan memindahkan kalian berdua dari kantor ini."
Setelah itu, Hasta menatap Ruby sambil tersenyum.
"Nona Ruby, kan? Saya cukup terkesan dengan ide desain yang Anda kirimkan kemarin. Mari kita bicarakan lebih detail di dalam ruangan saya." ucap Hasta.
"Baik. Terima kasih, Ketua Satria." Ruby menjawab dengan sungguh-sungguh.
Tidak lagi memperhatikan Angga atau siapa saja, Hasta menggiring Ruby dan Harris ke dalam kantornya untuk diskusi lebih lanjut.
Vera mendengus ke arah punggung Ruby dan Harris penuh amarah.
"Dia hanya beruntung saja. Bagaimana mungkin dia bisa mendesain perhiasan yang disukai oleh Ketua Satria?"
"Ketua Satria tidak memiliki latar belakang di dunia perhiasan. Bagaimana dia bisa mengerti? Dia hanya memungut seonggok sampah dan memperlakukannya sebagai harta karun," kata Angga dengan suara rendah.
Keduanya sangat tidak ingin Ketua Satria membantu Ruby dan mempermalukan mereka di depan seluruh kantor.
Baru saja mengejek Ruby karena desainnya yang tidak berharga, Vera merasa sangat malu mendengar pujian Ketua Satria di depan begitu banyak petinggi perusahaan.
"Nona Vera tenang saja. Dengan standar Ruby, sudah jadi keajaiban jika Ketua bersedia menawarinya magang." Kata salah satu eksekutif senior Keluarga Kusuma, terang-terangan ingin menjilat. "Apa pun yang terjadi, pada akhirnya Ruby tetap harus mendengarkan perintahmu."
"Itu benar. Anda adalah Kepala Desainer Perhiasan perusahaan. Ketika saatnya tiba, Anda bisa mengajari Ruby apa itu desain perhiasan yang sebenarnya," salah satu manajer departemen desain menambahkan.
"Dia pasti bermimpi ingin masuk ke sini hanya dengan mengandalkan desain. Kalau dia berhasil masuk, akan kuberi dia pelajaran," kata Vera dengan bibir yang tersenyum tajam.
Bagaimanapun juga, dia adalah Wakil Direktur Departemen Desain dan juga Kepala Desainer Perhiasan. Dia memiliki otoritas mutlak di bidang desain perhiasan dalam perusahaan ini.
Jika Ruby ingin mengandalkan keterampilan desain perhiasannya untuk mengharumkan namanya di perusahaan, dia pasti sedang berhalusinasi.
...
Di ruangan kantor ketua.
Hasta sendiri yang menyiapkan dan menuangkan kopi untuk Ruby dan Harris.
Ruby merasa kebingungan melihatnya, berpikir bahwa perlakuan ini didapatkan karena desainnya telah menarik perhatian Ketua Satria.
"Tidak perlu terlalu formal. Santai saja," Hasta kembali ke tempat duduknya dan berkata dengan ramah, "Saya sangat puas dengan desain 'Raja Dunia'. Draf yang saya terima dari Anda adalah salah satu dari yang paling mengesankan yang pernah saya lihat sejauh ini."
"Terima kasih." Ruby berterima kasih padanya sebelum memperkenalkan Harris. "Raja Dunia dirancang oleh kami berdua bersama-sama."
"Oh?" Hasta berkata dengan santai. "Bukankah ini suami Anda?"
Ruby ragu-ragu sejenak sebelum mengangguk.
Hasta tersenyum dan berkata, "Saya mengundang Anda hari ini karena ingin mengabarkan bahwa desain perhiasan Anda telah diterima oleh Dewan Direksi, dan akan segera diproduksi. Kemudian, saya harap Anda bisa mengawasi proses produksi, bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang berhubungan dengan produk itu."
"Saya akan bertanggung jawab secara pribadi?" ini adalah usul yang sangat tidak terduga. Seperti mimpi yang bahkan tidak berani dia pikirkan.
Jika dia mengikuti desainnya dengan ketat, biaya produksi Raja Dunia akan berjumlah lebih dari dua puluh dua milyar rupiah!
Selain itu, dia belum pernah menjadi penanggung jawab proyek se-tingkat tinggi ini sebelumnya.
"Tapi saya hanya seorang karyawan departemen pemasaran. Saya juga tidak memiliki pengalaman di bidang ini..." Ruby bergumam dengan sedikit kekecewaan.
"Tidak perlu khawatir," Hasta meyakinkan. "Sebagai penjabat ketua Perusahaan Perhiasan Grup Kusuma, saya akan secara resmi mengumumkan bahwa desain Anda telah memenuhi standar saya. Jadi, saya akan mempekerjakan Anda sebagai kepala departemen desain dan direktur bagian desain perusahaan."
"Saya sudah menyusun dokumennya. Jika Anda setuju, saya akan mengumumkannya atas nama Dewan Direksi," kata Hasta dengan jelas. "Sebenarnya, Anda sudah bisa pindah ke kantor direktur hari ini jika Anda bersedia."
"Anda ingin saya menjadi direktur bagian desain?" bibir merah Ruby sedikit terbuka, tidak bisa memercayai kata-kata yang didengarnya.
Tidak hanya menjadi kepala departemen desain, tetapi juga direktur bagian desain? Ini adalah posisi penting dengan otoritas tertinggi di departemen desain perusahaan!
Sebelum tiba di sini, dia tidak pernah bermimpi mendapatkan kesempatan emas ini. Harapan terbesarnya hanyalah agar dia bisa dipekerjakan sebagai desainer perhiasan. Mendapat posisi itu sudah membuatnya lebih dari puas.
Tak pernah terlintas di benaknya bahwa dia akan dapat untung berlipat ganda.
"Benar. Namun, Anda hanya akan ditempatkan sebagai penjabat direktur untuk saat ini. Hanya setelah berhasil menyelesaikan Proyek Raja Dunia, baru Anda dapat sepenuhnya menempati posisi itu," kata Hasta dengan ekspresi serius.
"Tentu saja, Anda masih dapat menikmati otoritas posisi Anda. Lagi pula, keberhasilan proyek Anda juga akan membawa keuntungan besar bagi perusahaan. Saya sangat optimis melihat potensi tersembunyi dari proyek ini. Apalagi, kebetulan saat ini perusahaan membutuhkan produk perhiasan eksklusif kelas atas untuk meningkatkan pengaruh di industri perhiasan Provinsi Samudra Timur."
"Menurut saya, keterampilan Anda saat ini sudah lebih dari cukup untuk posisi ini," kata Hasta. "Jangan khawatir. Percayalah pada kemampuan Anda dan lakukan yang terbaik. Saya memberi dukungan terbesar kepada Anda."
Setelah diliputi kegembiraan yang luar biasa, Ruby segera menarik napas dalam-dalam untuk mendapatkan kembali ketenangannya.
Dia berkata, "Terima kasih banyak Ketua Satria, telah memberi saya kesempatan berharga ini. Saya akan berusaha sebaik mungkin!"
"Anda tidak perlu berterima kasih kepada saya," Hasta tersenyum dan melirik pada Harris.
“Suami Anda ikut mendesain Raja Dunia bersama, bukan? Tampaknya dia juga memiliki keterampilan yang hebat dalam desain perhiasan. Bagaimana jika ikut digabungkan ke dalam tim?”
Ruby berkedip memandang Harris, "Bagaimana menurutmu?"
Harris menjawab sambil tersenyum, "Aku tidak punya pengetahuan profesional yang cukup untuk menjadi seorang desainer perhiasan. Tapi aku bisa menjadi asisten dan memberimu masukan."
Ruby mengangguk dan mengalihkan pandangannya kembali ke Hasta, "Ketua Satria, bolehkah Harris menjadi asisten saya?"
"Tentang itu tidak perlu ditanyakan lagi kepada saya,"jawab Hasta. "Saya tidak meragukan pilihan yang Anda ambil. Sebagai Direktur Bagian Desain, Anda akan bertanggung jawab atas tim desain perhiasan. Dengan demikian, Anda dapat memilih personel Anda sendiri."
Dua menit kemudian.
Hasta dan Ruby berjalan keluar dari kantor dengan riang.
Melihat ekspresi gembira di kedua wajah mereka, para eksekutif bertanya-tanya apa yang mungkin mereka diskusikan di dalam sana.
"Baiklah, semuanya, tolong dengarkan," seru Hasta menghadap para eksekutif senior di kantor.
Tanpa terkecuali, mereka berdiri dari kursi mereka dan melihat ke arah Hasta.
Hasta kemudian menyatakan, "Secara resmi saya umumkan bahwa mulai hari ini, tim desain perhiasan akan dipimpin oleh Penjabat Direktur Bagian Desain yang baru dipromosikan, Direktur Ruby Kusuma. Selanjutnya, dia akan sepenuhnya bertanggung jawab atas departemen desain. Semuanya, saya harap bisa saling mengenal dan saling membantu."
Para petinggi yang hadir berdiri terpaku menatap Ruby dengan rasa tak percaya.
"Apa? Direktur bagian desain? Apa dia memiliki kemampuan untuk memegang posisi seperti itu?" Vera berseru dengan ekspresi terkejut setelah mendengar kata-kata Ketua Satria.
Berita itu menyambarnya seperti petir di siang yang cerah.
Selama beberapa tahun terakhir, meskipun ia memegang nama wakil kepala departemen desain, dalam kenyataannya dia memegang peran kepala departemen. Setelah Ruby dipromosikan menjadi kepala departemen desain, bukankah itu berarti mulai sekarang dia harus mendengarkan perintah Ruby?