Mendadak Super Kaya/C2 Berapa Banyak Aset di Rekeningnya?
+ Add to Library
Mendadak Super Kaya/C2 Berapa Banyak Aset di Rekeningnya?
+ Add to Library

C2 Berapa Banyak Aset di Rekeningnya?

"Mengapa orang ini begitu tidak tahu malu?" Daria berjalan ke pintu dengan ekspresi kecewa di wajahnya. Dia mencoba membuka pintu ruang VIP, tetapi pintu itu sudah terkunci dari dalam.

"Halo ..." Di ruang VIP, Manajer Nasabah sedang beristirahat di sofa, sambil melihat ponselnya. Dia dengan cepat duduk ketika mendengar pintu tiba-tiba saja terbuka. Biasanya, ketika seorang VIP datang, Manajer Duarte akan memberi tahunya terlebih dahulu. Apa yang terjadi pada hari ini?

Manajer Nasabah tanpa sadar berdiri, dan berjalan menghampiri Edric. Sebagai Manajer Nasabah, dia mengetahui kursi 31 VIP dengan sangat baik. Awalnya dia ingin menyapa Edric untuk menghilangkan efek yang tidak baik karena sikap tidak senonohnya tadi, tetapi ketika melihat Edric, ekspresinya langsung membeku.

Manajer Nasabah sangat yakin kalau Edric bukan anggota VIP ataupun kerabat nasabah VIP yang lain.

"Permisi, bolehkah saya bertanya siapa Anda?" Manajer Nasabah sama sekali tidak mengenal pemuda berusia 20 tahun ini, maka dia pun bertanya kepadanya.

"Aku kemari untuk mengambil uang." Edric langsung menyatakan maksudnya.

"Apa Anda memiliki Kartu Utama kami?" ekspresi tenang Edric membuat si manajer semakin curiga. Nasabah VIP yang melakukan transaksi di ruang VIP, setidaknya harus memiliki tabungan sebesar 60 miliar. Pemuda ini jelas tidak punya uang jika dilihat dari penampilannya, tetapi mengapa dia begitu tenang?

"Tidak punya," Edric mengakuinya dengan jujur.

"Maaf, Tuan. Kami tidak bisa melakukannya jika tidak ada kartu. Apa kamu punya urusan lain?" Mendengar Edric tidak memiliki kartu, si manajer menjadi lega. Dia lalu mengubah sapaannya menjadi 'kamu'.

Anak muda ini pasti gila. Mengapa Daria membiarkannya masuk? Saat rapat di hari Senin nanti, dia harus membicarakan masalah ini dengan Daria.

"Anda memiliki mesin identifikasi sidik jari di sini, bukan?" tanya Edric tiba-tiba.

"Ah, benar." Manajer Nasabah menjadi linglung. Mesin identifikasi sidik jari yang diperkenalkan oleh bank hanya diperuntukkan bagi keluarga dan konsorsium terkaya. Hanya ada beberapa orang yang dapat merekam sidik jari mereka dalam sistem ini. Selain di cabang Armeda, tidak ada Citibank lain yang menggunakannya sejauh ini.

"Anda ingin menggunakannya?" si manajer langsung mengubah sapaannya menjadi 'Anda'.

"Ya." Edric mengangguk.

Si manajer bingung. Edric sama sekali tidak tampak seperti orang kaya. Apa dia benar-benar bisa menggunakan sistem identifikasi sidik jari ini?

Sejujurnya, si manajer merasa 99,99% tidak mempercayainya, tetapi setelah memikirkannya sebentar, dia pun akhirnya membiarkan Edric untuk mencobanya, bagaimana jika ternyata yang dikatakan Edric itu benar?

Segera, si manajer mengeluarkan 'sistem identifikasi sidik jari' yang belum pernah digunakan sebelumnya dari brankas.

"Anda bisa meletakkan jari Anda di sini." si manajer memberi arahan pada Edric.

Edric pun meletakkan ibu jarinya di area verifikasi.

"Bip!"

Sistem menyala dengan lampu merah yang menyilaukan, dan layar LCD menampilkan kata-kata "Sidik Jari tidak terekam"!

Segera, ekspresi si manajer menegang dan tatapan permusuhan terpancar dari matanya. Dia mengambil ponselnya dan bersiap untuk memanggil polisi.

"Tunggu sebentar!"

Edric dengan cepat menjelaskan, "Aku mungkin salah ingat. Aku akan coba menggunakan jari telunjuk."

Si manajer tersenyum dingin, "Masih saja bohong, apa cara seperti ini akan berhasil? jika ibu jari tidak bisa, ganti dengan jari telunjuk, jika jari telunjuk tidak bisa, ganti dengan jari tengah. Jika 10 jarimu tidak bisa, apa kamu akan menggunakan jari kakimu?"

Si manajer memutuskan bahwa Edric tidak bisa lagi mencobanya, dan akan langsung memanggil polisi untuk menangkap Edric.

Sementara dia berpikir, Edric sudah meletakkan jari telunjuknya di area verifikasi.

"Bip!" perangkat menyala dengan lampu hijau dan pada layar LCD menampilkan, "Verifikasi berhasil. Nomor rekening keluarga = 01. Nomor Akun Verifikasi Edric Eckbert = 01104."

Wajah si manajer langsung tercengang, dia memandang Edric dengan tidak percaya ketika dia dengan cepat berdiri dan tersenyum, "Tuan Eckbert, maafkan atas kelalaian saya tadi. Saya Hale Cartwright, Manajer Nasabah Cabang Armeda. Kelak datanglah kemari untuk mengunjungi saya."

"Tidak apa-apa," kata Edric dengan acuh tak acuh, "apa sekarang aku bisa melihat berapa banyak uang yang tersisa di rekeningku?"

"Tolong tunggu sebentar." Kemudian, Hale duduk di depan komputer dan mengoperasikannya sebentar. Sesuai instruksi dari Hale, Edric kembali melakukan verifikasi sidik jari sebanyak beberapa kali.

"Sudah selesai. Tuan Eckbert." Hale mengklik tombol 'OK' di layar dan formulir rekening Edric pun segera muncul.

Hale menunjuk pada layar, tepat pada deretan angka di bawah saldo rekening dan berkata, "Tuan Eckbert, rekening pribadi Anda saat ini sebesar 296 miliar ..."

"Oh, salah," Hale mendadak menyadari kesalahannya, "yang benar adalah 2 kuadriliun 989 triliun 784 miliar."

Setelah selesai membacakan sisa saldo rekening Edric, Hale tidak bisa menahan diri untuk tidak segera menghirup udara segar.

Edric, seorang pemuda berusia 20 tahun, saat ini memiliki aset yang begitu besar! Hampir 99% orang di dunia ini tidak akan pernah bisa mendapatkan uang sebanyak itu sepanjang hidup mereka.

Edric menatap deretan angka di layar dan merasa aneh. Dia berkata pada dirinya sendiri bahwa dia harus secepatnya membiasakan diri dengan statusnya sebagai generasi kedua dari keluarga kaya raya.

"Oh, benar, Anda juga memiliki aset lain. Biar saya tunjukkan sekarang." Hale menggunakan mouse-nya untuk memeriksa beberapa halaman, dan akhirnya, dia mengklik tombol "OK".

Layar komputer segera menampilkan tampilan monitor 4 × 4.

"Ini semua adalah gambar pemantauan aset fisik yang Anda miliki di cabang lain bank ini," jelas Hale kepada Edric. Hale mengklik salah satu dari tampilan monitor tersebut dan melihat mobil sport di sudut kiri atas layar, "25 Februari 2019, pukul 10: 11: 12 Cabang Den Haag Belanda." Di sudut kanan bawah, tertulis: "Ferrari Pargani Huayra."

Hale membuka tampilan monitor lainnya.

"Cabang Hawaii AS, Gelang Amber Biru Dominika 95 gram dan 100 emas batangan, masing-masing beratnya 2.000 gram."

"Cabang Nice di Prancis, ada 3 lukisan asli Picasso, 1 salinan catatan Plato, dan 2 patung Rodin"

"Cabang Cape Town di Afrika Selatan, 15 buah berlian 10 karat, gading 10 buah, 20 buah batu bata emas seberat 5.000 gram."

...

Melihat aset Edric tersebar dimana-mana, mata Hale hampir melotot keluar. Dia belum pernah melihat seseorang yang begitu kaya seperti Edric, bahkan dia belum pernah melihat orang yang memiliki 1/10 dari aset Edric.

"Baiklah, beri aku kartunya." Hale masih belum puas, tetapi Edric sudah angkat bicara.

"Baik, saya akan membuatkannya untuk Anda sekarang. Mohon tunggu sebentar." Hale segera menyanggupinya dan kemudian secara pribadi pergi membuatkan kartu untuk Edric. Dalam 10 menit, Kartu Utama sudah selesai dibuat.

Hale melihat Kartu Utama ini dan memikirkan aset Edric. Dia merasa bahwa kartu ini terlalu menghina identitas Edric.

Sayangnya, level kartu tertinggi yang bisa diperoleh di Cabang Armeda adalah Kartu Utama semacam ini.

Hale menyerahkan Kartu Utama tersebut kepada Edric dengan kedua tangannya. "Tuan Eckbert, kartu Anda."

"Oke, terima kasih." Edric mengambil kartu itu, mengucapkan terima kasih, berdiri dan berjalan keluar ruangan.

"Tuan Eckbert, tolong tunggu sebentar." Bagaimana mungkin Hale berani melalaikan nasabah besar seperti Edric. Dia harus mengantarnya pergi secara pribadi, tetapi sistem pemeriksaan aset di komputernya belum ditutup. Mesin verifikasi sidik jari, alat pengenal iris mata juga belum dimasukkan ke dalam brankas. Sistem pengawasan di ruang VIP terhubung ke kantor kepala daerah, maka Hale pun tidak berani bersikap sembrono.

Di lobi,

Daria menunggu dengan cemas. Mengapa tidak ada aktivitas di dalam sana? Mungkinkah bocah itu sudah membunuh Hale di ruang VIP?

Semakin Daria memikirkannya, semakin dirinya ketakutan. Namun, pada detik ini, Edric berjalan keluar dari ruang VIP dengan santainya.

"Berhenti!" Daria segera berteriak keras-keras. Dia berjalan cepat menuju Edric dengan sepatu hak tingginya dan meraih pakaian Edric, "Kamu tidak boleh pergi dari sini karena masuk ke ruang VIP tanpa izin dan saat aku memastikan bahwa tidak ada kerugian lagi, aku akan membawamu ke kantor polisi."

"Apa yang kamu bicarakan! Lepaskan aku!" Daria memegangi Edric erat-erat untuk sementara waktu, dan masih enggan melepaskannya.

Bukankah wanita ini terlalu sewenang-wenang? Sebelumnya, wanita ini memandang rendah kepada dirinya dan Edric sama sekali tidak mempermasalahkannya, tetapi tetap saja wanita ini bersikap sewenang-sewenang seperti ini!

"Apa ini?" Mata Daria yang tajam melihat Kartu Utama di saku Edric. Dia pun dengan cepat menariknya keluar, seolah-olah sudah mendapatkan buktinya, Daria menatap Edric, "Bagus, beraninya kamu mencuri kartu ini? Ini adalah kejahatan ekonomi, aku akan mengirimmu ke kantor polisi."

Daria tentu saja tidak berpikir bahwa kartu ini milik Edric. Dia tanpa sadar berpikir bahwa Edric pasti memasuki ruang VIP karena suatu alasan; berpura-pura bodoh untuk sementara waktu dan mencuri Kartu Utama ketika Manajer Cartwright lengah!

"Lepaskan!" Edric benar-benar kesal dengan wanita ini.

"Kamu pasti merasa bersalah karena menjadi pencuri, bukan?" Daria bahkan lebih mempercayai pikirannya sendiri.

Karena mereka berdua membuat kekacauan, nasabah lain di lobi pun bergegas mengerumuni keduanya. Beberapa nasabah bahkan maju untuk membantu Daria menangkap si pencuri.

Pada saat bersamaan, Hale yang sudah membereskan semuanya bergegas keluar dari ruang VIP.

Hale sudah melihat aset Edric dengan mata kepalanya sendiri, dan menemukan kalau Edric adalah penabung terbesar Cabang Armeda. Ketika Edric menggunakan mesin identifikasi sidik jari untuk memverifikasi asetnya, dikatakan bahwa nomor rekening keluarga Edric adalah 01. Jika satu orang saja sudah begitu kaya, lalu bagaimana dengan keluarganya?

Bukankah sangat sulit bertemu dengan orang yang begitu kaya? Tidak bisakah dia memanfaatkannya dengan baik? Bahkan jika mereka hanya sekadar berteman, di mata Hale, hal itu juga merupakan kehormatan besar, ada potensi untuk mendapatkan keuntungan yang besar!

Namun, begitu Hale sampai di lobi, dia melihat Daria bersitegang dengan Edric. Ekspresi Daria sangat kejam dan Edric juga tampak sangat marah!

Hale terkejut, Daria si bodoh ini! Tidak hanya bermain api sendiri, sangat mungkin Daria akan melibatkan dirinya!

Apakah orang-orang yang memiliki 5,6 triliun di rekeningnya adalah orang-orang yang bisa disentuh? Mereka yang hanya dengan menggerakkan jarinya, dapat membuatmu mati tanpa kamu menyadarinya.

Report
Share
Comments
|
Setting
Background
Font
18
Nunito
Merriweather
Libre Baskerville
Gentium Book Basic
Roboto
Rubik
Nunito
Page with
1000
Line-Height