C22 22
Aku memejamkan mataku ketika perias memoleskan eye shadow di mataku. Hatiku berdegup seperti genderang perang yang siap untuk memulai peperangan. Aku membuka mataku ketika perias itu sudah selesai.
“Cantiknya Mbak Gadis...” ucap sang perias itu girang. Membuat hatiku tambah berbunga-bunga.
“Makasih mbak, aku deg-deg an banget!” tanganku membuat gerakan sedang mengipasi mukaku sendiri
