C21 PKJ 21
Dimas tampak kebingungan, sampai-sampai menggaruk belakang kepala yang tidak gatal, terasa menakutkan melihat tatapan Anggara.
"Baiklah, aku cerita. Tapi aku mohon Papa jangan cerita ke mama dulu," pinta Dimas yang seakan sudah tidak bisa berbohong pada Anggara.
Anggara hanya berdeham, lantas bersidekap dengan punggung bersandar di sofa.
"Baiklah, kalau cerita dan alasanmu masuk akal
