C17 Hari Kita
Niara meremas gaunnya. Matanya gusar menatap jam. Dalam benaknya, ia berharap kalau Levian datang tetapi lelaki itu tak kunjung hadir padahal upacara pemberkatan segera dimulai. Air mata yang ia tahan sejak tadi tumpah begitu saja.
Vano yang berdiri tak jauh dari tempat duduk Niara pun mendekat. Dirinya mengerti sepupunya itu pasti kecewa karena calon suaminya memang tak akan pernah hadir
