C40 Dia adikku.
Ernest memasuki sebuah ruangan yang tampak sunyi. Matanya meneliti wajah tampan yang masih terlelap dikursi kerja meski matahari mulai menaikkan cahayanya. Tak lama setelah itu, langkah kaki seseorang di belakangnya membuatnya menoleh.
"Tuan, kumohon. Silahkan keluar, Tuan muda masih tidur,"
Ernest menggerakkan punggung tangannya beberapa kali agar orang tersebut menyingkir
