+ Add to Library
+ Add to Library
The following content is only suitable for user over 18 years old. Please make sure your age meets the requirement.

C1 Prolog

"Apa?! Ayah kelilit hutang lagi? Yang bener aja Yah. Kita hampir kehilangan rumah alm ibu gara-gara hutang ayah. Kenapa sih ayah ngga kapok-kapok berjudi." ucap Alana penuh emosi.

"Ayah tahu Ayah udah janji ngga akan berjudi lagi, tapi Ayah yakin taruhan kali ini Ayah akan menang. Ngga tahunya Ayah di tipu. Uang Ayah ratusan juta itu raib di bawa si brengsek." ucap Bahrun kesal.

"Ya Tuhan Ayah. Dari mana Ayah punya uang sampai ratusan juta? Ayah tahu Alana nyaris putus kuliah dan kita nyaris jadi gembel gara-gara bayar hutang Ayah beberapa bulan lalu. Bahkan Alana harus kerja paruh waktu di sela-sela kuliah. Terus sekarang kita mau bayar pakai apa, Yah!"

"Kamu tenang saja, Nak. Kita ngga akan menjual rumah ini untuk bayar hutang Ayah. Ayah jamin kali ini kuliah kamu ngga akan berhenti sampai disini. Ada seseorang yang akan membantu kita." ucap Bahrun penuh semangat.

"Bantu? Siapa? Sodara-sodara kita mana mau bantu kita yang di lilit hutang. Yang ada sejak Ayah selalu kalah berjudi, mereka semua menjauhi kita. Menganggap kita adalah virus yang harus mereka hindari. Bahkan mungkin kalau mereka tahu Ayah kembali berhutang, kita benar-benar tak di anggap keluarga mereka."

"Sst... kamu tenang saja. Ayah yakin dia bisa bantu kita. Dia bisa menjamin hidup kita lebih baik."

"Siapa maksud Ayah?!" Alana semakin kesal.

"Juragan Ammar." jawab Bahrun dengan tenang.

Alana membelalakkan matanya. Juragan Ammar adalah orang yang sangat terpandang di kampungnya. Ia adalah ayah dari pria yang ia cintai. Tapi sayang pria itu memutuskan hubungan cinta mereka begitu saja.

"Maksud Ayah?!" Hatinya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Ia sangat resah menunggu jawaban dari sang ayah.

"Kamu akan menikah dengan juragan Ammar, dan hutang Ayah lunas. Hidup kita akan terjamin. Rumah tidak akan di sita oleh rentenir dan juga kamu tidak perlu putus sekolah." jawab Bahrun sambil tersenyum lebar.

Berbanding terbalik dengan ekspresi Alana yang hancur berkeping-keping. Ia tak menyangka ayahnya tega menjual dirinya demi melunasi hutang.

"Apa Ayah bilang?!" Alana masih syok mendengar jawaban Ayahnya.

"Kamu akan segera menikah dengan juragan Ammar, menjadi istri ke empatnya."

Jeddaaaar...

"Ngga. Lana ngga mau. Alana ngga mau nikah sama orang yang pantas menjadi Ayah Alana. Ayah kalau becanda jangan keterlaluan." Mata Alana mulai berkaca-kaca.

Hatinya perih tak terkira.

"Kamu harus mau sayang. Ayah sudah menyetujui rencana pernikahan ini. Tiga hari lagi juragan Ammar akan datang ke rumah untuk menikahi mu. Jadi bersiap-siaplah."

Alana mencoba untuk membujuk ayahnya agar tidak menikahkannya dengan pria tua tersebut. Tapi sang Ayah murka dan mengurungnya di kamar.

Report
Share
Comments
|
New chapter is coming soon
+ Add to Library

Write a Review

Write a Review
Setting
Background
Font
18
Nunito
Merriweather
Libre Baskerville
Gentium Book Basic
Roboto
Rubik
Nunito
Page with
1000
Line-Height