C20 Sembilan Belas
Abel pov
Hancur.
Marah. Tak tahu lagi apa yang ku rasakan. Aku berharap semua ini adalah mimpi. Suara suara itu. Suara putraku dan wanita itu semakin kian terdengar ditelingaku.
Aku berusaha menutup kedua telingan ku agar tak mendengarnya tapi tak bisa. Aku ingin pergi dari sana tapi kakiku beku. Aku hanya bisa terpaku di ruang tamu sambil mendengarkan suara suara menjijikan itu
