+ Add to Library
+ Add to Library

C34 34

"Zach, apa maksudmu?" Mata Bu Anisa dan Katherin sama-sama membola terkejut. Aku juga kaget dengan pengakuan gila Zachy tapi tetap bersikap tenang walau sesungguhnya gusar melanda. Jantung kebat-kebit takut Bu Anisa merubah pandangannya padaku.

"Aku jatuh cinta pada wanita yang ternyata mengabaikan aku demi pria lain yang lebih kaya."

"Tolong jaga bicara anda, menuduh sembarangan bukan tabiat orang terpelajar." Aku tak gentar, walau sekarang ada di sarang tawon sekalipun. Aku tidak pernah sedikit saja membandingkan Zach dan Ryu dalam hal harta dan materi yang mereka miliki. Kalau boleh jujur selama ini aku hanya tengah mencari tahu pada siapa hati ini lebih condong.

Walau pada akhirnya aku mengerti, sejak awal aku jatuh cinta pada Zach. Aku cemburu ketika Rika dekat-dekat dirinya. Aku marah saat Rika menyebutnya spesial, apalagi saat berita kedekatannya dengan Katherin, rasa sakit dan dikhianati itu sungguh nyata ku rasakan.

"Kita sudah setuju berkomitmen, tapi sepeninggal aku ke New York, kamu malah dengan bebas keluar masuk rumah Ryu Yoshinaga. Membiarkan putrinya menyebutm mama, dan bahkan menungguinya di rumah sakit. Apa namanya kalau bukan mengkhianati diriku namanya Bella?"

"Itu namanya tidak tahu diri." Bu Anisa menimpali dengan nada paling menghina yang dia bisa. Air mukanya pun berubah dari yang semula ramah jadi seperti ibu tiri jahat di film Cinderella.

"Apa kamu hanya menjadikan aku pelarian saja Zach?" Wanita berwajah judes yang dipanggil Kate itu meninggikan suaranya. Ku pikir otaknya kosong dan hatinya mati rasa ternyata masih bekerja ya. Kok aku senang mendengarnya ya?

"Sudah ku bilang Kate, aku tidak menjanjikan apapapun padamu meski kita bertunangan, itu semua hanya bisnis. Bukankah kamu sangat tahu itu?"

"Zach, ini tidak seperti yang mama dengar kan? Kalian, kamu dan Kateherin, dan kamu Bella, kalian..."

"Mama dengarkan aku, aku memang akan bertunangan dengan Kate tapi itu hanya sebatas perjanjian hingga saham ayahnya Kate stagnan. Bahkan ayahnya tahu aku tidak pernah akan meneruskan hubungan ini lebih jauh."

Kurang ajar banget si Zach ini, kalau aku ada di posisi Katherin lebih baik aku melambaikan tangan saja ke arah kamera. Udah dikelonin, eh enggak dinikah, rugi dong. Buaya di sebelahku ini bikin illfeel deh, udah bilangnya cinta tapi semalam kok anu sama si Katherin itu, jahat banget. Ah, galau deh. Ingin percaya pada apa yang dikatakan, tapi yang aku lihat membuktikan segalanya.

Semua orang berdiri dengan urat yang saling menonjol, hanya aku yang masih duduk tenang. Perutku lapar, tapi sepertinya orang-orang ini akan terus berdebat untuk memuaskan hatinya masing-masing.

"Kamu tidak bisa bersikap seenaknya begitu padaku Zach, setelah apa yang kita lakukan?"

"Memangnya apa yang kita lakukan?" Tanya Zachy dengan wajah polos yang menyebalkan. Wajah Kather merah hijau mendengar ungkapan tanpa dosa dari mulut Zach. "Aku sudah berkali-kali menegaskan bahwa kita hanya sebatas ini, see kamu menyesal?" Lanjutnya dengan seringai yang sarat akan ejekan.

"Kamu jahat banget Zach!" Katherin menangis, air matanya jatuh menyedihkan saat perempuan itu berlari meninggalkan meja makan.

"Zachy, mama tidak pernah mengajari kamu bersifat kurang ajar begini pada seorang perempuan. Kamu tetap harus melanjutkan pertunangan ini, tidak ada yang tahu masa depan. Mungkin saja kalian memang benar-benar berjodoh" Bu Anisa berujar penuh peringatan, nasehatnya diucapkan dengan sangat serius, sementara tatapan Zach justru terasa melubangi kepala ku.

"Aku nggak cinta dia, ma." Jawab Zach tak acuh.

"Kamu cinta Bella, gitu? Kamu bilang dia matre. Memang Bella matre sejak dulu kala kok. Mama saksinya"

Ih, fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Aku enggak matre ya, selama ini aku cuma mengikuti insting karena harus hidup ala syahrini di lingkungan sultonah yang kejam ini. Dasar Bu Anisa, memangnya tanpa aku siapa yang mengurusi hidupnya selama ini. Sepertinya orang lain tidak akan betah ada di posisiku begini. Sudah mulutnya sering sengak, pekerjaannya hampir 24 jam lagi. Lama-lama aku bisa stroke mengahadapi ibu dan anak ini.

"Apa yang membuatmu begitu shock? Lagi pula Bella hanya seorang asisten, asisten mama pula, lebih baik Katherin kemana-mana. Lupakan saja Bella, sana susul Katherin."

Mulut kejam Bu Anisa membuat mataku memancarkan kebengisan, seandainya bisa mengeluarkan radiasi. Mungkin Bu Anisa bakal mati ditempat, andai betulan. Mulutnya Bu Anisa memang sekata-kata.

"Bella, jangan harap kamu bakal jadi mantu saya." Katanya ketika tatapannya mendarat pada wajah ku. Aku yang merasa terhina angkat bicara.

"Ogah, anak Ibu udah nggak perjaka." Aku berdecih, membuang muka dari wajah Zach yang matanya memincing dengan smirk aneh di sudut bibirnya.

"Maksud kamu apa Bella!" Histeris Bu Anisa menyangka aku sebatas menuduh. Aku loh sudah lihat mereka saling menyecap semalam. Apa lagi sih kalau enggak bercinta? Foreplay doang? Ih, mana mungkin.

"Aduh maaf bu, saya lupa itu bukan urusan saya. Maaf ya bu" aku mengendik, ekspresi wajah ku jauh berbeda dari tatapan mata ku yang pasti membuat Bu Anisa kesal.

"Dasar tukang ngintip bilang aja kamu cemburu. Pada akhirnya kamu menyesal bukan meninggalkan saya untuk seorang Ryu Yoshinaga yang tidak jelas status pernikahannya itu." Dih, bukan urusan ku, si ryu itu nikah atau enggak. Aku cemburu, pada awalnya iya, tapi makin kesini kesel yang ada.

"Dih, enggak banget. Childish abis tau nggak, salah siapa pintunya enggak ditutup, aku mah cuma lewat semalam itu." Aku menjelaskan, tidak sudi dituduh macam-macam.

"Oh ya?"

"Serah kamu mas" ku akui, aku memang kecewa sama kamu, seperti penilaian ku di awal, kamu bilang cinta cuma karena pengen selangkangan. Sekarang kamu udah dapat selangkangannya si Katherin, seharusnya kamu puas. Kenapa masih mendendam padaku. Kenapa tidak kita lupakan saja apa yang pernah ada di antara kita, lalu masing-masing dari kita hanya akan bertindak sesuai porsinya, urusan selesai.

Yang tak ku duga, tanpa rasa malu ada mamanya, Zach justru mendekatkan bibirnya pada bibirku. Matanya menatap intens dan dingin, hanya untuk berbisik mengintimidasi dan membuatku meriding.

"Bella, kamu pikir aku akan diam saja mendapatkan penghinaan ini darimu? Lihat saja apa yang akan ku lakukan."

Report
Share
Comments
|
Setting
Background
Font
18
Nunito
Merriweather
Libre Baskerville
Gentium Book Basic
Roboto
Rubik
Nunito
Page with
1000
Line-Height